Memaparkan catatan dengan label sajak. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label sajak. Papar semua catatan
Isnin, 17 Ogos 2009 0 comments

Ayat-ayat Cinta: Pabila Quran Berbicara


Waktu engkau masih kanak-kanak.............
kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu', Aku kau sentuh
dalam keadaan suci, Aku kau pegang
Aku,kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih atau pun keras setiap hari
Setelah selesai engkau menciumku mesra

Sekarang engkau telah dewasa..............
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...
Apakah Aku bahan bacaan usang yang tinggal sejarah...?
Menurutmu, mungkin aku bahan bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau, menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji.......
Sekarang, Aku tersimpan rapi sekali;
sehingga engkau lupa di mana Aku tersimpan
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai pengisi setormu.

Kadang kala Aku dijadikan mas kahwin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau Aku kau buat penangkal untuk menakuti iblis dan syaitan
Kini Aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian , kesepian.
Di dalam almari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.
Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa
halaman.
Di waktu petang, Aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.....

Sekarang...seawal pagi sambil minum kopi...engkau baca surat khabar dahulu
Waktu lapang engkau membaca buku karangan manusia
Sedangkan Aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Azzawajalla,
Engkau engkau abaikan dan engkau lupakan...

Waktu berangkat kerja pun kadang engkau lupa baca pembuka
surah2ku(Bismillah).
Di dalam perjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Allah yang terdapat di dalam keretamu
Sepanjang perjalanan,radiomu selalu tertuju ke stesyen radio kesukaanmu
Mengasyikkan.

Di meja kerjamu tidak ada Aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku.........
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatku pun kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan dunia mu
Benarlah dugaanku bahawa engkau kini sudah benar-benar hampir melupaiku


Bila malam tiba engkau tahan bersekang mata berjam-jam di depan TV.
Menonton siaran telivisyen
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah
Waktupun cepat berlalu.........
Aku semakin kusam dalam laci-laci mu
Mengumpul debu atau mungkin dimakan hama

Seingatku, hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku.
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terangkak-rangkak ketika membacaku
Atau waktu kematian saudara atau taulan mu

Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba
Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya
Apakah TV, radio ,hiburan atau komputer dapat menolong kamu?
Yang pasti ayat-ayat Allah s.w.t yang ada padaku menolong mu
Itu janji Tuhanmu, Allah s.w.t

Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu...
Setiap saat berlalu...
Dan akhirnya.....
kubur yang setia menunggu mu...........
Engkau pasti kembali, kembali kepada Tuhanmu

Jika Aku engkau baca selalu dan engkau hayati...
Di kuburmu nanti....
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan.
Yang akan membantu engkau membela diri
Dalam perjalanan ke alam akhirat.
Dan Akulah "Al-Qur'an",kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu.

Peganglah Aku kembali.. .. bacalah aku kembali aku setiap hari.
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat-ayat suci.
Yang berasal dari Allah Azzawajalla
Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Pemurah
Yang disampaikan oleh Jibril melalui Rasulmu
Keluarkanlah segera Aku dari almari, lacimu.......
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu.
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu.
Sentuhilah Aku kembali...

Baca dan pelajari lagi Aku....
Setiap datangnya pagi, petang dan malam hari walau secebis ayat
Seperti dulu.... Waktu engkau masih kecil
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan aku engkau biarkan aku sendiri....
Dalam bisu dan sepi....
Ahad, 9 Ogos 2009 0 comments

RUMAHTANGGA BAHAGIA

Syurga rumah tangga itu fitrah hati
Naluri nurani yang pinta diisi
Kerananya dara rela diperisteri
Kerananya jejaka rela menjadi suami
Masing-masing dengan harapan
Agar rumahtangga membawa kebahagiaan

Matlamat yang satu tapi jalannya berliku
Destinasi sama, kaedah berbeza

Ada yang mengatakan
Bahagia itu pada harta…
Diukir oleh intan permata

Tak kurang yang merasakan
Bahagia itu pada rupa…
Ditempa oleh wajah nan rupawan

Sesetengahnya berkeyakinan
Bahagia itu pada kemasyhuran
Dibaja dek gelar dan nama

Ramai juga yang merasakan
Bahagia itu pada kuasa
Dituai oleh pangkat dan jawatan

Pelbagai jalan menimbulan dilemma
Mencari yang benar, mempelai tersasar

Kalaulah bahagia itu pada harta…
Kalaulah bahagia itu pada nama…
Kalaulah bahagia itu pada rupa…
Kalaulah bahagia itu pada kuasa…
Kenapa Charles dan Diana berpisah?
Kenapa Elvis dan Priscilla berpecah?
Kenapa Onasis dan Jackie bertelagah?

Rupanya…
Bahagia itu dari dalam diri
Kesannya zahir, rupanya maknawi
Terpendam bagai permata di dasar hati
Terbenam bagai mutiara di laut nurani
Bahagia itu pada hati
Bertakhta di kerajaan diri
Bahagia itu pada jiwa
Mahkota di singgahsana rasa

Bahagia itu pada kesabaran…
Bila susah tak gelisah
Bila miskin tak pemarah
Bila sakit tak gundah
Bila gagal tak resah
Oh, suamiku, “Innalillah”

Bila kaya pemurah
Bila berkuasa amanah
Bila berjaya tak alpa
Bila sihat beribadat
Oh, isteriku, “Alhamdulillah”

Hakikatnya bahagia itu ketenangan
Bila hati mengingati Tuhan
Firman Allah yang bermaksud :
“Ketahuilah dengan mengingati Allah itu memberi ketenangan pada hati.”

Suami isteri sama-sama mengerti
Maksud terseni takdir Ilahi
Itulah zikir yang hakiki!

Karya: Pahrol Mohamad Judi
Khamis, 30 Julai 2009 0 comments

SAJAK KARYA DR MAZA


Kepada sesiapa yg meminati puisi2 yg menaikkan semangat, sila layari blog DR MAZA di pautan berikut di http://drmaza.com/